Rusia Serukan Turki untuk Tahan Diri di Suriah

by -312 Views

Rusia, Selasa (22/11), mengatakan pihaknya berharap Turki dapat mengekang diri untuk tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan di Suriah, di mana Ankara telah melakukan serangan udara dan mengancam akan melancarkan serangan darat terhadap para pejuang Kurdi.

“Kami berharap dapat meyakinkan rekan-rekan kami dari Turki untuk menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan di wilayah Suriah untuk menghindari meningkatnya ketegangan,“ kata Alexander Lavrentyev, utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin di Suriah, kepada wartawan di Astana.

Turki, Minggu (21/11), meluncurkan serangkaian serangan udara yang menarget sejumlah pangkalan militan Kurdi di Suriah utara dan Irak.

Sedikitnya 37 orang tewas dalam serangan itu, menurut sebuah laporan kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights.

Pejuang Suriah dan kendaraan militer berkumpul dalam latihan militer “Divisi Suleiman Shah” yang didukung Turki di wilayah Afrin yang dikuasai oposisi di Suriah utara, 22 November 2022. (Bakr ALKASEM / AFP )

“Rusia telah berbulan-bulan … melakukan segala kemungkinan untuk mencegah operasi darat berskala besar,” kata Lavrentyev di ibu kota Kazakh, yang menjadi tuan rumah pertemuan tripartit antara Rusia, Turki dan Iran mengenai Suriah.

Ketiga negara tersebut adalah pemain utama dalam perang di Suriah, yang telah merenggut hampir setengah juta nyawa sejak 2011.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengancam akan melancarkan operasi militer baru di Suriah utara sejak Mei.

“Kami akan membuat mereka yang mengganggu kami di wilayah kami menebus dosa-dosa mereka,” katanya pada hari Senin (22/11), sambil menambahkan bahwa konsultasi sedang berlangsung untuk memutuskan tingkat kekuatan yang harus digunakan oleh pasukan darat Turki.

Pejuang Suriah mengendarai konvoi dalam latihan militer "Divisi Suleiman Shah" yang didukung Turki di wilayah Afrin yang dikuasai oposisi di Suriah utara, 22 November 2022. (Bakr ALKASEM / AFP)

Pejuang Suriah mengendarai konvoi dalam latihan militer “Divisi Suleiman Shah” yang didukung Turki di wilayah Afrin yang dikuasai oposisi di Suriah utara, 22 November 2022. (Bakr ALKASEM / AFP)

Serangan udara Turki, dengan nama sandi Operasi Claw-Sword, terjadi seminggu setelah pemboman di Istanbul tengah yang menewaskan enam orang dan melukai 81 orang lainnya, serangan yang dituduh Turki dilakukan oleh kelompok terlarang, Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK telah mengobarkan pemberontakan berdarah di Turki selama beberapa dekade dan ditetapkan sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu-sekutu Baratnya. Namun kelompok itu membantah terlibat dalam ledakan di Istanbul. [ab/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.