Pence Sebut AS Butuh ‘Pemimpin Baru’ Setelah Trump Umumkan Pencapresan Kembali

by -921 Views

Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence menolak menjawab apakah Donald Trump layak menjadi presiden kembali. Namun, tokoh yang sempat menjadi orang kepercayaan Trump itu meyakini bahwa rakyat Amerika sedang “mencari sosok pemimpin baru.” Ia lantas memosisikan diri sebagai sosok alternatif pemimpin tersebut beberapa jam setelah Trump mengumumkan dirinya akan maju dalam pemilihan presiden AS sekali lagi.

Dalam wawancara dengan The Associated Press sehari setelah penerbitan buku memoarnya, “So Help Me God,” Pence yakin Amerika “akan memiliki pilihan yang lebih baik pada 2024.”

“Dan saya sangat yakin para pemilih dalam pemilihan pendahuluan (pemilihan internal partai) Partai Republik akan memilih secara bijaksana,” ungkap Pence.

Pernyataan itu disampaikan setelah mantan Presiden AS Donald Trump meluncurkan kampanye pilpresnya yang ketiga di kediaman sekaligus resornya, Mar-a-Lago Club, di Palm Beach, Florida. Pence mengaku belum menyaksikan secara utuh pidato Trump di sana, meski sudah sempat melihat beberapa kutipannya.

“Anda tahu, presiden [Trump] memiliki hak untuk mencalonkan diri lagi,” ujarnya. “Tapi saya sungguh yakin, setelah berkeliling negara ini selama dua tahun terakhir, akibat berbagai kebijakan pemerintahan Biden yang gagal, rakyat Amerika rindu akan berbagai kebijakan sukses pada era pemerintahan Trump-Pence, di mana kami menciptakan 7 juta lapangan kerja dengan gaji yang baik, mengamankan perbatasan kami, mendukung tentara kami, dan menempatkan [hakim berhaluan] konservatif di pengadilan-pengadilan kami.”

Pence melanjutkan, “Saya memiliki firasat tulus bahwa rakyat Amerika sedang mencari sosok pemimpin baru yang dapat mempersatukan negara ini dengan mengusung cita-cita luhur kita, dan itu akan mencerminkan kehormatan dan kesopanan yang ditunjukkan rakyat Amerika kepada satu sama lain setiap hari, sambil tetap memajukan kebijakan selama masa pengabdian tersebut,” ungkapnya.

Dalam wawancara itu, Pence juga mengecam mantan atasannya, Trump, atas pernyataannya yang “sembrono” pada 6 Januari 2021, ketika ia menulis di Twitter bahwa Pence “tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan” untuk membantu membatalkan hasil pemilu.

“Kata-kata presiden [Trump] itu sembrono dan membahayakan keselamatan keluarga saya dan semua orang yang ada di gedung Kongres AS. Tapi terus terang, saya tidak punya waktu untuk masalah itu. Presiden [Trump] sudah memutuskan untuk menjadi bagian dari masalah. [Sementara] saya bertekad menjadi bagian dari solusi,” ujar Pence.

Ia menambahkan, hari terjadinya penyerbuan ke gedung Kongres akan “selalu menjadi hari yang sangat menyedihkan” baginya. [rd/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.