Pasukan Rusia Bumihanguskan, Hancurkan Kehidupan di Ukraina

by -199 Views

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memuji apa yang ia sebut “pembela heroik” negaranya setelah ia mengunjungi kota Bakhmut, Ukraina Timur, hari Selasa. Daerah itu merupakan lokasi beberapa pertempuran sengit dalam perang yang dilancarkan Rusia 10 bulan silam.

Dalam pidato harian Selasa malam (20/12), Zelenskyy menyebut efek konflik, dengan mengatakan pasukan Rusia telah meninggalkan “bumi yang hangus, kehidupan yang hancur, kepedihan, reruntuhan, dan kuburan.”

“Ini tepatnya apa yang mereka (para pahlawan) singkirkan dari Ukraina. Mereka selangkah demi selangkah mengembalikan kehidupan ke tanah kita, di mana penjajah menginjakkan kaki,” kata Zelenskyy.

“Kita akan melakukan semua hal yang mungkin dan mustahil, sehingga para pahlawan kita memiliki semua yang mereka perlukan untuk menang. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan semua orang Ukraina, itu yang ditunggu semua kota dan desa kita di garis depan.”

Sebelumnya, dalam video yang dilansir kantornya mengenai kunjungan ke Bakhmut, Zelenskyy menyerahkan bendera Ukraina dan mengisyaratkan agar menyerahkannya ke para pemimpin AS.

“Orang-orang menyerahkan bendera Ukraina kita yang indah dengan tanda tangan mereka untuk kami serahkan,” kata Zelenskyy dalam video itu. “Kita tidak dalam situasi yang mudah. Musuh menambah pasukannya. Rakyat kita lebih berani dan memerlukan senjata yang lebih kuat. Kami akan serahkan ini dari mereka ke Kongres, ke presiden AS. Kami berterima kasih atas dukungan mereka, tetapi ini tidak cukup. Ini petunjuk, bahwa ini tidak cukup.”

Zelenskyy maupun sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, memuji keberanian pasukan masing-masing pada hari Selasa (20/12).

Zelenskyy bertemu dengan personel militer di gedung yang remang-remang dan memuji “keberanian, ketangguhan dan kekuatan” pasukan Ukraina sementara tembakan artileri terdengar di latar belakang.

Zelenskyy menyebut Bakhmut, sekitar 600 kilometer sebelah timur Kyiv, “tempat pertempuran terpanas di seluruh garis depan,” tetapi masih di bawah kendali Ukraina. Belum jelas bagaimana ia sampai di Bakhmut.

Putin memuji “keberanian dan pengorbanan” pasukannya di Ukraina, tetapi pernyataannya dilontarkan dalam sebuah acara di tempat yang mewah di Kremlin, di Moskow.

Pemimpin Rusia itu menyerahkan penghargaan kepada empat kepala daerah di Ukraina yang ditunjuk Rusia. Daerah-daerah itu dianeksasi secara ilegal oleh Rusia pada September lalu. Sebagian besar negara di dunia tidak mengakui pengambilalihan tersebut.

Sekitar 100 ribu tentara Rusia “tewas, cedera atau desersi” sejak invasi dimulai, kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace hari Selasa. Ia tidak memberi rincian korban di pihak Ukraina. Tetapi seorang pejabat senior AS baru-baru ini mengatakan 100 ribu tentara Ukraina telah tewas dan cedera.

Setelah 300 hari perang, Kementerian Pertahanan Inggris mencuit bahwa Ukraina telah membebaskan sekitar 54 persen jumlah maksimum dari daerah lain yang direbut Rusia dalam invasinya. Rusia kini menguasai sekitar 18 persen wilayah yang diakui internasional sebagai teritori Ukraina, termasuk beberapa bagian Donbas dan Krimea yang direbut sebelumnya. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.