Partai Demokrat Pertahankan Mayoritas Tipis di Senat AS

by -1066 Views

Partai Demokrat hari Sabtu (13/11) mempertahankan kekuasaannya di Senat setelah mematahkan upaya Partai Republik untuk merebut kembali badan legislatif itu dan mempersulit upaya untuk menggagalkan agenda Presiden Joe Biden.

Presiden Biden, di sela-sela KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja mengatakan tidak terkejut dengan kemenangan partainya dan gembira akan kemenangan di Senat.

Meski demikian nasib mayoritas di DPR masih belum jelas karena Partai Republik masih berupaya meraih mayoritas tipis.

Kemenangan Senator Catherine Cortez Masto di Nevada memberi Partai Demokrat 50 kursi yang mereka butuhkan untuk mempertahankan mayoritasnya di Senat.

Kemenangan Masto mencerminkan kekuatan yang mengejutkan dari Partai Demokrat di seluruh AS pada tahun pemilihan ini.

Cortez Masto sebelumnya dianggap sebagai anggota Senat yang paling rentan, karena berusaha untuk terpilih kembali di negara bagian yang ekonominya mengalami kesulitan. Nevada sempat mengalami harga BBM tertinggi di AS. Kemenangan Masto menambah frustrasi Partai Republik yang tadinya yakin bahwa senator dari Nevada itu bisa dikalahkan.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengklaim kemenangan Sabtu malam, dengan mencuit, “Mayoritas Demokrat Senat Anda!”

Setelah Nevada, sekarang Georgia merupakan satu-satunya negara bagian di mana kedua partai masih bersaing untuk mendapatkan kursi Senat.

Senator petahana dari Partai Demokrat Raphael Warnock akan menghadapi penantangnya dari Partai Demokrat Herschel Walker dalam pemilihan putaran ke dua 6 Desember mendatang.

Persaingan Senat di Alaska telah maju ke penghitungan suara, meskipun sudah diperkirakan kursi itu akan di menangkan oleh Partai Republik.

Kontrol Partai Demokrat di Senat akan memastikan proses yang lebih lancar untuk penunjukan pejabat pemerintahan Biden dan pengangkatan hakim termasuk kemungkinan perekrutan hakim Mahkamah Agung.

Partai Demokrat juga akan tetap mengontrol komisi-komisi dan memiliki kekuatan untuk melakukan penyelidikan atau pengawasan terhadap pemerintahan Biden, dan bisa menolak undang-undang yang dikirim DPR jika Partai Republik memenangkan mayoritas di lembaga tersebut.

Jika Partai Demokrat berhasil meraih kemenangan di DPR, itu berarti kontrol sepenuhnya terhadap Kongres dan kesempatan lain untuk memajukan prioritas Biden, yang hendak menetapkan hak aborsi. [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.